Audiens atau publik adalah calon customer bagi para perusahaan. Untuk mendapatkan ketertarikan mereka, suatu perusahaan harus memikirkan suatu strategi pemasaran yang efektif. Pemasaran yang efektif dapat memperluas audiens sehingga dapat membawakan pertumbuhan kepada perusahaan.
Strategi pemasaran adalah suatu rancangan rencana yang bertujuan untuk mengoptimalkan pemasaran suatu brand untuk memperluas audiens. Untuk memasarkannya itu juga memerlukan kredibilitas dan kemampuan yang beragam.
Terlebih lagi, pada era sekarang, digitalisasi sudah menjadi faktor penting di berbagai sektor, termasuk pemasaran. Dengan adanya digitalisasi, suatu informasi dapat disebarkan dan juga didapatkan secara meluas dan kapan saja.
Dari digitalisasi tersebut, terciptalah influencer. Seseorang yang memiliki kredibilitas dan juga pengikut yang banyak pada dunia digital atau bisa disebut dengan media sosial. Influencer ini dapat memberikan informasi secara meluas, dan informasi itu juga dibalut dengan konten atau konsep yang dapat menarik perhatian publik.
Seorang influencer juga adalah seseorang yang memiliki keterbatasan atas informasi yang ada. Sehingga jika suatu perusahaan ingin mengoptimalkan strategi branding, perlu dikolaborasikan dengan strategi lainnya.
Influencer dapat disandingkan dengan employee advocacy. Dimana employee advocacy itu menjadikan karyawannya sebagai garda terdepan suatu perusahaan. Karyawan yang dijadikan garda terdepan itu ditugaskan untuk menjadi suara dan wajah dan perusahaan
Dengan employee advocacy, perusahaan juga dapat menarik perhatian publik melalui karyawannya. Secara, karyawan juga memiliki lingkungannya masing-masing dan dengan begitu kepercayaannya publik akan lebih terjamin.

Dengan kolaborasi antara influencer dan employee advocacy, suatu perusahaan dapat mendapatkan ketertarikan publik dengan lebih signifikan.
Bagaimana cara untuk memadukan influencer dan employee advocacy?
Simak penjelasan berikut!
Pentajaman Product Knowledge
Dengan pemantapan product knowledge. Suatu informasi dapat dikemas dengan suatu yang lebih efektif dan menyambung. Kesinambungan tersebut juga dapat menjadi faktor penjelas dan peluas atas audiens dari suatu branding perusahaan.
Penajaman product knowledge juga akan menjadikan suatu karyawan terhubung dengan perusahaan. Sehingga karyawan dapat mengenal perusahaan tidak hanya informasinya saat, tapi juga apa saja yang cocok dan tidak cocok dengan perusahaan
Riset Audiens
Cari tau siapa audiens dari perusahaan. Melakukan riset terhadap produk untuk mengetahui bagaimana dan apa saja fitur yang menarik dari informasi yang ditawarkan. Dengan adanya riset, suatu branding akan menjadi lebih jelas secara proses dan hasil
Riset dapat dilakukan dengan sampel atau survey. Dengan begitu tanggapan- tanggapan publik dapat digunakan sebagai referensi atas bagaimana informasi itu harus dikemas, ditawarkan, dan di kembangkan.


