Di era digital saat ini, perusahaan tak lagi hanya mengandalkan kampanye pemasaran konvensional untuk membangun citra brand. Sebagai alternatif, salah satu pendekatan yang semakin populer dan terbukti efektif adalah employee advocacy.
Employee advocacy mengacu pada kegiatan di mana karyawan secara sukarela mempromosikan perusahaan mereka, produk, atau jasa melalui saluran pribadi mereka. Dengan demikian, fenomena ini mampu memberikan dampak besar terhadap citra brand perusahaan dan menarik kandidat berkualitas tinggi.
Sebagai contoh, jika perusahaan Anda di bidang pakaian, Anda akan memposting tentang kenyamanan produk dan sikap positif terhadap merek. Selain itu, Anda dapat membuktikannya dengan lebih sering memakai merek pakaian dari perusahaan Anda.
Apa Itu Employee Advocacy?
Employee advocacy adalah ketika karyawan secara proaktif dan sukarela berbagi tentang perusahaan mereka kepada jaringan sosial pribadi, teman, atau keluarga. Secara khusus, konten yang dibagikan bisa berupa informasi produk, nilai perusahaan, berita perusahaan, atau pengalaman pribadi di perusahaan tersebut. Dengan demikian, melalui aktivitas ini, karyawan berfungsi sebagai duta merek yang mengkomunikasikan citra positif perusahaan.

Employee advocacy dapat secara signifikan memperkuat pesan brand perusahaan dengan cara yang lebih autentik, luas, dan efektif dibandingkan kampanye pemasaran konvensional. Oleh karena itu, berikut ada beberapa cara employee advocacy membantu memperkuat pesan brand perusahaan.
Menyampaikan Pesan yang Lebih Autentik
Pesan yang disampaikan oleh karyawan mengenai pengalaman mereka bekerja di perusahaan dinilai lebih autentik dan dapat dipercaya. Sebagai tambahan, orang biasanya lebih mempercayai rekomendasi dari individu yang mereka kenal atau karyawan daripada pesan langsung dari perusahaan. Oleh karena itu, autentisitas ini menciptakan hubungan emosional yang lebih kuat dengan audiens, yang membantu memperkuat brand.
Memperluas Jangkauan Pesan
Dengan employee advocacy pesan perusahaan tidak hanya disebarkan melalui kanal resmi perusahaan, tetapi juga melalui kanal pribadi karyawan. Sebagai hasilnya perusahaan dapat memperluas jangkauan pesan brand ke audiens yang mungkin belum tersentuh oleh strategi pemasaran konvensional, sekaligus membuka peluang baru dalam menarik perhatian pasar.
Menyesuaikan Pesan dengan Audiens yang Beragam
Faktanya, karyawan bekerja di berbagai divisi dan departemen, dan mereka memiliki latar belakang yang berbeda. Karenanya, ketika mereka membagikan konten atau pesan brand, pesan tersebut disampaikan dalam gaya dan perspektif yang sesuai dengan audiens mereka. Hal ini memungkinkan fleksibilitas dalam menyampaikan pesan brand yang relevan untuk berbagai segmen pasar. Tentunya tanpa kehilangan inti pesan yang ingin disampaikan perusahaan.
Memperkuat Nilai dan Budaya Perusahaan
Dalam hal ini, employee advocacy membantu memperkuat nilai dan budaya perusahaan dengan membiarkan karyawan berbagi cerita tentang bagaimana mereka merasakan nilai tersebut. Selain itu, ketika karyawan berbicara tentang budaya perusahaan yang positif, inovasi, atau komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan, dapat menciptakan citra yang kuat dan konsisten.
Membangun Hubungan Emosional
Pada saat karyawan membagikan pengalaman personal atau cerita mengenai pencapaian tim, pesan yang disampaikan sering kali lebih emosional dan relatable. Dengan demikian, hubungan emosional dapat memperkuat daya tarik brand kepada audiens yang lebih luas, baik di antara pelanggan maupun calon karyawan. Sebagai hasilnya, Brand yang mampu membangun hubungan emosional lebih mungkin untuk diingat dan dihargai oleh audiens.
Memperkuat Konsistensi Pesan
Meskipun employee advocacy memungkinkan personalisasi pesan, perusahaan tetap dapat menyediakan panduan bagi karyawan untuk membagikan informasi sesuai dengan visi dan misi brand. Oleh karena itu, untuk memastikan pesan dari berbagai karyawan tetap konsisten, inti pesan brand harus menciptakan narasi yang koheren dan jelas.
Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Reputasi
Testimoni karyawan mencerminkan kepercayaan internal terhadap brand, yang pada waktunya meningkatkan kepercayaan eksternal dari pelanggan, mitra bisnis, maupun calon karyawan. Selain itu, semakin banyak karyawan yang menjadi advokat aktif, semakin kuat citra positif brand di mata publik.
Meningkatkan Engagement
Pesan brand yang disampaikan oleh karyawan lebih interaktif karena mereka dapat merespons pertanyaan atau komentar langsung di platform sosial mereka. Keterlibatan ini meningkatkan engagement dengan karyawan dan audiens eksternal, yang pada akhirnya memperkuat kesadaran dan citra brand perusahaan di pasar.
Mulailah perjalanan employee advocacy di perusahaan Anda hari ini! Ajak karyawan Anda untuk berbagi pengalaman positif dan tingkatkan citra brand perusahaan Anda melalui kekuatan jaringan sosial mereka. Hubungi kami CUiT untuk mendapatkan panduan dan dukungan dalam mengimplementasikan program employee advocacy yang efektif!


