Secara definisi, employee advocacy atau advokasi karyawan adalah bentuk promosi brand perusahaan oleh karyawannya. Selain sekedar meningkatkan brand awareness, inisiatif ini bertujuan untuk membuka peluang diskusi terkait brand di jejaring sosial dengan individu lain yang memiliki kesamaan minat. Singkatnya, karyawan berlaku sebagai duta merek perusahaan di pasar digital.
DLA Piper contohnya. Firma hukum multinasional dengan kantor di lebih dari 40 negara itu mengadopsi employee advocacy untuk memperkuat citra pengacara, dan meningkatkan brand awareness. Alhasil, website perusahaan melaporkan jumlah pengunjung empat kali lebih banyak dari sebelumnya. Begitu juga dengan jumlah pengikut profil media sosial perusahaan.
Hasil yang sama juga ditunjukkan oleh Corporate Executive Board Company (CEB). Lembaga riset yang kini menjadi bagian dari Gartner itu juga menerima hasil yang memuaskan usai menerapkan employee advocacy. Dengan lebih banyak karyawan yang membagikan konten perusahaan di media sosial pribadi, jumlah pengunjung profil perusahaan meningkat tiga kali lipat. Perusahaan juga berhasil mendapat koneksi empat kali lebih banyak dari sebelumnya.
Meningkatkan Brand Awareness
Brand awareness memang menjadi manfaat utama yang diterima perusahaan dari employee advocacy di media sosial. Sebuah studi terhadap 588 tenaga profesional yang menggunakan media sosial untuk tujuan bisnis oleh Hinge Research Institute menemukan, 79% perusahaan yang mengadopsi inisiatif ini mengalami peningkatan visibilitas merek. Sementara 65% perusahaan juga melaporkan pengenalan merek yang lebih baik dari sebelumnya.

Kedua, advokasi oleh karyawan juga mampu meningkatkan lalu lintas pada laman perusahaan. Di mana 44,9% perusahaan yang mengadopsi pendekatan satu ini melaporkan peningkatan inbound web traffic, dan 32,4% perusahaan melihat adanya peningkatan search engine rankings untuk website mereka.
Inisiatif employee advocacy juga membantu mempersingkat siklus penjualan dan bahkan membuka peluang bisnis baru. Berdasarkan laporan Understanding Employee Advocacy On Social Media, promosi yang dikembangkan melalui pemasaran sosial karyawan lebih sering dikonversi dan 45% perusahaan yang terlibat melaporkan adanya aliran pendapatan baru berkat employee advocacy.
Tak heran, perusahaan yang menjalankan employee advocacy melaporkan pertumbuhan bisnis yang lebih cepat dan melihat lebih banyak manfaat daripada yang belum menerapkannya. Dalam laporan yang sama, hampir 31% perusahaan dengan pertumbuhan tinggi memiliki berkat inisiatif tersebut.
Seperti yang sudah dijelaskan, advokasi karyawan jelas memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan. Inisiatif ini membuktikan bahwa keterlibatan karyawan dalam pemasaran digital dapat menjadi salah satu strategi yang sangat efektif.


